Selasa, 26 Juli 2016

LAST QUESTION - A Fanfic by Tsualla Methuselluth

LAST QUESTION



Genre: Shonen Ai *yang ga suka, mundur teratur*
Rating: ... ? #plak
Starring: The Gazette 
Pairing: Reituki, saya Reituki garis keras #lol


Summary: .... Apa itu summary? #ditabok

A/n : Ini bukan karya terbaik saya, tapi FF ini lama bgt mendem di Lappychan dan Keitaichan #ngok
sebelumnya sih yang minta baca saya Share via email ketemen2 deket aja, tapi saya memiliki HAK PENUH dan ABSOLUTE atas FF ini. 
Komen bisa via fb atau komen disini juga ga apa2. Caci maki asal bahasa sopan pasti direspon XD
Enjoy minna... 

Chapter 2

Rapat hari itu selesai ketika Sakano mengkonfrimasikan jadwal tour mereka yang baru. Mereka akan keliling jepang selama enam bulan dan sebagai hadiah atas kerja keras mereka, management akan memberika mereka li uran sebelum tour selama satu minggu di sebuah pegunungan di hokkaido.

Reita sengaja berlama-lama di studio agar ia bisa berdua saja dengan Ruki dan membahas kenapa Ruki begitu marah kepadanya.

Ruangan itu masih sama seperti tadi pagi, berantakan dan kopi yang tidak diminum RUki ada di atas meja, tidak bergerak seincipun.

Uruha dan Aoi asyik saling bersandar di depan drumset Kai sementara sang drumer bersiap-siap untuk pulang.

Dia disana.

Reita berusaha mencari celah, namun Ruki sok sibuk dengan wajah di tekuk memainkan ipadnya. Reita ingin sekali langsung menegur dan mendengar alasan Ruki. Tapi Uruha pasti ikut campur. Ia rasa, membahasnya saat tengah banyak orang seperti ini tidak akan membantu. Ia harus membuat Ruki berdua saja dengannya.

Minna otsukaresama deshita... kata Kai. Dua hari lagi kita akan nerangkat ke hokkaido, besok kalian bersantai saja dirumah.

kau sudag mau pulang, Kai? tanya Aoi.

kau tidak mau pulang, Aoi? Kai malah balik bertanya. Uruha menggeleng mewakili Aoi.

Kami akan ke bar. Kalian mau ikut? Tanya Uruha serya menatap kearah Reita dan Ruki juga.

Ruki langsung menggeleng. Reita mengerutkan dahinya. Ruki tidak pernah ikut hang out ke pub atau bar dengan mereka. Malah setelah Reita ingat-ingat, Ruki hampir tidak pernah bersosialisasi dengan member lainnya. Hanya sekali Ruki ikut bermain kerumah Uruha, itu pun untuk urusan pekerjaan. Dan seingat Reita, mereka pernah datang ke apartemen Ruki. Tapi hanya sekali. Ia bahkan lupa bentuk apartemen Ruki seperti apa.

Aku akan menyusul,Uru. Aku harus ke tempat wardobe dulu. Jawab Reita.

Kau yakin?

Iya. Nanti aku akan menyusul kalian. Jawab Reita lagi. Kau tidak akan ikut, Ruki?

Aku mau disini dulu, aku mau menyelesaikan lirik.

Uruha tersenyum mengiyakan dan segera membenahi barang-barangnya. Aoi menggumam tetang sesuatu mengenai ponselnya yang kehabisan baterai dan mengingatkan Uruha agar membawa charger ponselnya. Uruha mengiyakan serya tertawa. Entah hanya perasaan Ruki saja, namun sepintas Uruha menatap Aoi dengan lembut. Ruki benar- benar muak.

Aoi menarik kaos Uruha, seperti kebiasaannya kalau mengajak Uruha untuk pulang.

Ao, tunggu, rambutku tersangkut! keluh Uruha saat rambut panjang bergelombangnya tersangkut di engsel pintu.

Apa? Astaga Uru, rambutmu sudah kepanjangan. Sebaiknya kau potong saja rambutmu ini... Aoi berusaha membantu Uruha melepaskan rambutnya yang tersangkut di engsel pintu.

Uruha tertawa gugup. Ruki bisa melihat wajahnya yang merona merah.

Aku tidak akan memotong rambutnya, Ao. Menunggunya panjang seperti ini membutuhkan kesabaran.

Iya sih, rambutmu bagus panjang seperti ini... lain kali akan aku belikan jepit rambut agar kau bisa mengaturnya lebih rapi. Kata Aoi pelan. SEjenak tangannya membelai lembut rambut halus Uruha.

Te-terima kasih... wajah Uruha semakin merah.

Hei hei... apa sih kalian, kenapa bertingkah seperti dorama-dorama televisi begitu? celetuk Reita, setengah tertawa. Ia memang selalu merasa kalau Uruha dan Aoi terlalu dekat dan intim sekali. Uruha hanya tersenyum tipis. Setelah menarik paksa beberapa saat kemudian, rambut Uruha terlepas dari engsel pintu. Uruha terus menertaeakan kebodohannya dan bergegas pergi dari ruangan itu.

Tinggalah Reita dan Ruki dalam kecanggungan luar biasa. Ruki terlihat tidak senang berduaan saja ditempat ini.

Kau tidak pergi? Kata Ruki dingin. Reita menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Aku mau mengurus wardobe gumam Reita pelan. Kenapa kau tidak mau ikut dengan kami?

Ke pub maksudmu? No, Im leave.

Ya kenapa? Kau tidak pernah ikut bersama kami kemana pun itu.

aku mengikuti kalian tour kata Ruki kalem.

Hang out maksudku. Reita menahan nafas saat pemuda mungil dihadapannya berusaha menghindari pertanyaan sebenarnya dengan tenang.

Itu bukan urusanmu! Nada bicara Ruki semakin rendah, menandakan bahwa dia semakin tidak senang dengan pertanyaan yang diajukan Reita.

Kau ini kenapa sih? Tidak bisa ya kau berbaur dengab kami? Demi Tuhan, Ruki, jangan anggap kami hanya bandmatemu! Kami juga adalag sahabatmu!

Kenapa kau egois sekali, kau pikir kau siapa bisa memutuskan siapa sahabatku? Aku akan mengatur hidupku sendiri. Dan tuam suzuki akira yang terhormat, silahkan anda keluar dari ruangan ini, aku tidak membutuhkan siapapun. Ketus Ruki. Reita terkejut namun ia tak bisa memperlihatkan kemarahannya. Baginya Ruki memang sudah menyinggung perasaannya, dan mungkin member yang lain. Namun Reita tak bisa sepenuhnya m3nyalahkan Ruki, ia tak tahu kenPa Ruki seolah-olah dia membencinya dan semua member.

Kau ini kenapa sih? tanya Reita akhirnya.

Tidak ada alasan khusus, aku hanya tidak ingin diganggu.

Aku tidak bermaksud mengganggumu.

Sikapmu menggangguku.

Baiklah, maafkan aku untuk segala kesalahan yang tidak aku ketahui apa.

Ruki menaikan alis tipisnya.

Pergilah. Aku hanya tidak ingin diganggu. katanya dingin.

Reita meraih tasnya dan keluar dari ruangan itu tanpa berkata apa-apa lagi. Ruki mungkin tidak menyadarinya, sesaat sebelum Reita keluar, tangannya bergerak cepat mengambil ipad dan ponsel milik Ruki. Karena Ruki tidak mau menatapnya sehingga ia sama sekali tidak sadar.

Reita menutup pintu studio dan menguncinya dari luar. Ia tidak tahu kenapa bisa sejahat itu, namun ia harus memberi pelajaran pada Ruki karena memganggap mereka semua menganggunya.

Reita-san, belum pulang? tanya Sakano, managernya. Reita tersenyum tipis, tanyannya melambaikan kunci elektronik card studio. Sudah tak ada orang disana?


Ya, sudah tak ada orang, aku yang terakhir.

~Tsuzuku

a/n : Kelamaan update. Ternyata saya ga rajin update X'D
Komen dipersilahkan. Boleh via pm fb, atau dm twitter n IG. Arigatou yang udah baca..

Follow me on Twitter : @tsualla
Instagram : @tsuallamethuselluth

Tidak ada komentar:

Posting Komentar